Pada kasus perkosaan yang telah menimpanya maka hilang

Pada
tahun 2016 silam, jumlah kasus perkosaan sudah mencapai 259.150 kasus yang
terjadi di Indonesia. Kasus perkosaan ini menjadi terus meningkat seiring
dengan berjalannya waktu. Dalam hal perkosaan ini tentu saja menimbulkan
kerugian pada kaum perempuan yang menjadi korban. Dalam kasus perkosaan ini
perempuan merupakan korban baik dari sistem sosial, politik maupun budaya.
Masalah perkosaan atau kekerasan seksual ini merupakan bentuk kejahatan yang
dapat menodai harkat dan martabat seorang wanita. Selain itu perkosaan dapat
membuat cidera fisik, trauma maupun depresi bagi sang korban. Seorang wanita
yang menjadi korban perkosaan akan berfikir bahwa hal tersebut adalah akhir
dari segala hidupnya. Sebagian juga akan berfikir bahwa dengan terjadinya kasus
perkosaan yang telah menimpanya maka hilang sudah harapannya dimasa depan.
Dampak lain yang sangat disayangkan adalah tumbuhnya janin dalam kandungan yang
tidak diharapkan. Hal inilah yang memicu para korban perkosaan melakukan
tindakan yang dilarang oleh hukum yakni tindakan aborsi yang dapat membahayakan
dirinya sendiri.

Dalam
kasus lain, di zaman globalisasi saat ini para remaja telah banyak mengenal
istilah seks bebas dan sudah banyak dari mereka yang terjerumus didalamnya.
Banyak para remaja yang menjalani hubungan yang awalnya biasa – biasa saja
namun dengan seiring berjalannya waktu, dengan menghalalkan segala cara mereka
melakukan suatu hubungan suami istri yang tidak sepatutnya dilakukan oleh
remaja. Seks bebas telah menciptakan naiknya angka kehamilan di kalangan remaja
saat ini. Hal ini tentu saja diiringi dengan meningkatnya angka abortus yang
kini sudah mencapai 58%. Aborsi atau dengan kata lain pengguguran kandungan
merupakan suatu perbuatan yang bagaimanapun wujud
dan caranya terhadap kandungan seorang perempuan yang menimbulkan akibat lahirnya
bayi atau janin dari dalam rahim perempuan tersebut sebelum waktunya dilahirkan
menurut alam. Perbuatan memaksa kelahiran bayi atau janin belum waktunya ini
sering disebut dengan abortus provocatus atau kadang disingkat dengan
aborsi.1

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Aborsi merupakan suatu tindakan
kejahatan yang mana kejahatan tersebut berupa menghilangkan nyawa orang lain
atau suatu perbuatan menghilangkan nyawa orang lain yang dilakukan dengan
sengaja. Di Indonesia, aborsi atau abortus diatur dalam Kitap Undang – Undang Hukum
Pidana (KUHP) dalam pasal 346; pasal 347; pasal 348; pasal 349 dan juga dalam
Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal75; pasal 76; pasal
77 serta diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 tentang Kesehatan
Reproduksi pasal 31; pasal 32; pasal 33; dan pasal 34. Namun dalam kasus lain
aborsi diperbolehkan apabila seorang perempuan yang tengah hamil tersebut dalam
keadaan sakit yang dapat mengancam nyawa dari perempuan tersebut maka
diperbolehkan melakukan aborsi demi menyelamatkan nyawa dari perempuan itu.
Proses aborsi yang dilakukan juga harus dengan penanganan dokter agar
keselamatan dari perempuan tersebut terjamin.

Begitu juga dalam ajaran Islam yang
menyatakan bahwa tindakan aborsi merupakan suatu tindakan yang tidak
diperbolehkan atau haram untuk dilakukan, karena sama saja dengan membunuh
sesuatu yang telah bernyawa. Sebagaimana firman Allah dalam Qur’an Surah
Al-Baqarah ayat; 228 yang menyatakan: “janganlah
kamu mencari alasan untuk menggugurkan kandunganmu dan menghindar darinya
dengan cara apapun.” Dan firman Allah dalam Qur’an Surah Al-Israa’ ayat; 33
yang berbunyi: “dan janganlah kamu
membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu
(alasan) yang benar.” Dalam hal aborsi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI)
telah mengharamkan tindakan aborsi ini sejak tahun 2000.

Tindakan  aborsi merupakan topik yang sudah tidak asing
diperbincangan. Baik dalam negeri maupun diluar negeri, baik dalam suatu forum
formal maupun dalam forum non – formal lainnya. Permasalahan aborsi sudah ada
dan dikenal sejak lama, dimana dalam melakukan aborsi dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Misalnya dengan bantuan dokter, dengan cara tradisional atau
dengan meminum ramuan – ramuan racikan tradisional. Bahkan kini sudah ada
sebuah obat yang apabila obat tersebut diminum oleh seorang perempuan yang
sedang hamil maka kandungan didalamnya akan mati dan akan keluar. Obat – obatan
tersebutpun sudah dijual bebas di toko obat – obatan. Kebanyakan para pelaku
aborsi ini tidak mempedulikan atas dampak yang terjadi, karena dalam melakukan
aborsi bisa saja pelaku meninggal.

Dalam kasus yang tengah dibahas ini,
beberapa korban perkosaan ini ada juga yang tidak melaporkan kasus perkosaan
yang dialaminya pada aparat penegak hukum untuk diproses lanjut ke tingkat
pengadilan negeri dikarenakan beberapa faktor. Misalnya rasa malu atau ingin
menyimpan kejadian yang dialaminya ini agar hal yang bisa dibilang sebagai aib
ini tidak menyebar ditempat tinggalnya yang bisa membuatnya dicemooh atau tidak
diterima didalam masyarakat. Faktor lain adalah adanya ancaman yang diberikan
oleh si pelaku pemerkosaan kepada korban pemerkosaan untuk tidak melaporkan
kejadian tersebut pada aparat penegak hukum. Kejadian seperti inilah yang
mempengaruhi kondisi mental atau kejiwaan para korban pemerkosaan. Maka dari
itu korban berperan penting dalam mengurangi tingkat kasus pemerkosaan di
Indonesia. Karena apabila korban tidak melaporkan kasus pemerkosaan yang
dialaminya maka pihak berwajib tidak dapat menghukum atau memberi sanksi kepada
para pelaku pemerkosaan. Hal ini membuat para pelaku pemerkosaan tidak merasa
jera dan terus mencari korban – korban baru.

Seperti contoh kasus pada bulan agustus
silam yang bertempat di Sulawesi Selatan dimana polisi mengamankan dua orang
pemuda dan juga seorang dukun beranak yang tengah melakukan aborsi. Akibat dari
perbuatan yang mereka perbuat, maka mereka dituntut dengan pasal 348 KUHP
dengan pidana penjara selama lima tahun dan pasal 194 Undang – Undang Nomor 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal sepuluh tahun
dengan denda paling banyak 1 Milliar. Jika kasus – kasus seperti ini diberi
ketegasan maka para laki – laki yang memiliki pemikiran kotor dan tidak bisa
menahan hawa nafsu dapat merasa takut untuk melakukannya. Begitu juga dengan
para pelaku yang sudah ditangkap akan merasa jera dan tidak akan mengulangi
perbuatannya lagi.

Dalam Kitab Undang – Undang Pidana
telah diatur bahwa seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau
mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan
pidana penjara paling lama empat tahun. Sebenarnya sangat disayangkan apabila
seorang wanita melakukan aborsi. Karena, tidak ada seorang wanitapun yang rela
untuk membunuh anaknya sendiri. Biasanya para wanita yang melakukan aborsi
disebabkan oleh karena pasangannya yang tidak mau tanggung jawab dengan
perbuatan yang dilakukannya. Disamping itu, ada pula wanita yang dengan sengaja
melakukan aborsi karena merasa malu dan takut akan celaan dari lingkungannya.
Dimana keadaan hamil diluar nikah merupakan sebuah aib yang dapat menghilangkan
harkat dan martabat wanita tersebut.

1 Adami Chazawi, Kejahatan
Terhadap Tubuh dan Nyawa, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta,2004,hal. 113.

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out