Penerapan dari bahasa Inggris, berarti sekolah sepanjang waktu

Penerapan
Full Day School (FDS) kini telah banyak di lakukan oleh beberapa sekolah di
Indonesia khususnya daerah ibu Kota Jakarta. Maksud dari pemerintah menerapkan
Full Day School ini yaitu agar siswa lebih lama melaksanakan proses
pembelajaran agar lebih edukatif dan aktif. Serta penerapan ini juga bertujuan
agar guru – guru bisa mengawasi siswa – siswa mereka lebih telaten dan waspada,
khususnya pada anak SMA. Tetapi Full Day School tidak selamanya berpengaruh
baik terhadap semua anak. Karena karakteristik setiap anak berbeda – beda.
Sehingga banyak dampak – dampak yang bisa terjadi kepada anak tersebut.

Dalam hal ini
pemerintah bertujuan untuk meningkatkan waktu pembelajaran anak agar anak dapat
memahami lebih pelajaran yang di pelajari disekolah serta membangun tingkat ke
kreatifitasan seorang anak. Hal ini juga agar guru – guru dapat mengawasi
perilaku mereka  untuk meminimalisir
penyimpangan seorang siswa seperti tawuran, nongkrong , dan kenakalan remaja
lainnya. Dengan kebijakan seperti ini maka waktu dan kesibukan anak-anak lebih
banyak dihabiskan di lingkungan sekolah dari pada di rumah. Anak-anak dapat
berada di rumah lagi setelah menjelang sore.            Full day school,
berasal dari bahasa Inggris, berarti sekolah sepanjang waktu namun pengertian
Full day school menurut istilah adalah sebuah sekolah yang membeiakukan jam
belajar sehari penuh antara jam 07.00-15.30/ 16.00. Dalam  program 
ini berarti siswa lebih banyak melakukan kegitan mereka selama  5 atau 6 hari mereka berada di lingkungan
sekolah dari pagi sampai menjelang sore hari.1 Hal
ini sangat berpengaruh bagi perkembangan seorang anak serta mental dan sifat
seorang anak sangat terbentuk di sini. Hal ini menimbulkan banyak sekali dampak
positif dan negatif mengenai sistem Full Day School.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Dampak negatif
dalam Full Day School yaitu kehidupan pembelajaran seorang anak tidak hanya
dalam hal yang bersifat akademis atau teoritis karena anak butuh lingkungan
yang luas. Manusia adalah makhluk sosial maka dari itu jika selalu berada di
kawasan sekolah mereka tidak akan bisa melakukan atau bahkan mendapat kan ilmu
sosial lebih banyak. Jika hal ini terjadi maka sifat anak akan sangat berbeda
dengan anak lainnya yang lebih seimbang pembelajaran akademis nya maupun ilmu
sosialnya. Dikarenakan anak yang kurang ilmu sosialnya mereka akan kurang
tingkat keaktifan serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Belum lagi jika
ada anak yang sulit untuk bergaul dalam pertemanannya, ini akan membuat keadaan
psikis anak lebih parah.

Selanjuitnya sekolah
adalah tempat terstruktur yang membatasi keleluasaan anak, berbeda dengan di
rumah.2
Anak akan tidak leluasa dalam bermain. Dalam bermain ada unsur kebebasan
memilih, keleluasaan anak untuk melakukan apa yang ia suka. Jelas saja saat
mereka di sekolah mereka tidak akan bebas dalam melakukan hal tersebut.
Terlebih lagi sekolah adalah tempat yang terstruktur yang memiliki banyak
aturan berbeda dengan berada dirumah. Serta itu hal ini membatasi kreatifitas
seorang anak dalam berkembang. Jika mereka terlalu banyak melakukan kegiatan
disekolah, ini akan menghambat pemikirian seorang anak. Dampak ini bisa
berakibat anak akan susah menyesuaikan perkembang pada zaman yang semakin maju
ini.

Dan yang terkhir
adalah dalam hal ini banyak yang tidak menyadari bahwa peran orang tua sangat
penting bagi perkembangan dan psikis seorang anak. Mungkin jika mereka lebih
lama di sekolah mereka akan terstruktur dengan baik, tetapi sebenarnya orang
tua adalah guru terbaik mereka.3
Orang tua adalah pemberi kasih sayang yang mendasar. Orangtua mempunyai
pengaruh yang kuat terhadap perkembangan psikologi anaknya. Hal ini tidak
banyak disadari oleh orang tua anak yang terlalu sibuk dengan pekerjaan
sehingga peran teralihkan oleh kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler.
Seperti yang di katakan oleh Ahli psikologi anak, Vera Hadiwidjojo, “Program
ini tidak membantu orangtua secara disadari maupun tak disadari, karena ini
mengambil alih peran orangtua bukan memberdayakan peran mereka dalam kehidupan
anak,” tutur dia. Maka dari itu orang tua harus lebih memperhatikan
perkembangan anak agar menjadi lebih baik. 3.1             
KESIMPULAN

Penerapan
program pemerintah yaitu Full Day School tidak selamanya berdampak baik bagi
psikis dan perkembangan seorang anak. Karena seorang anak membutuhkan ruang
lingkup yang luas dalam meraka bersosialisasi dalam kehidupan mereka. Anak anak
juga tidak dapat melalakukan aktifitas mereka dengan nyaman dan leluasa karena
adanya peraturan dari sekolah yang sudah terstruktur dari awal. Dan seorang
anak lebih membutuh kan orang tua mereka dalam perkembangan mereka, dikarenakan
orang tua adalah dasar pembetukan sifat serta mentalitas seorang anak agar
selalu terbentuk psikologi anak yang baik.

3.2             
SARAN DAN SOLUSI

Penerapan
program Full Day School sebaiknya lebih di pertimbangkan lebih dalam lagi bagi
pemerintah. Dikarenakan hal ini sangat banyak mempengaruhi psikologis seorang
anak. Solusi dari hal ini sebaiknya jam sekolah dikurangi dan di buat lebih
efisien dan seimbang. Seperti kegiatan pembelajaran dikurangi waktunya yang
biasanya dari pukul 7 : 00 – 16 : 00 WIB menjadi 7 : 00 – 13 : 00 WIB.
Selanjutnya dapat diisi dengan kegiatan ekstrakulikuler.

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out