Setidaknya pengetahuan secara luas, mudah didapati dan merata

Setidaknya ada 5 (lima) konsep dalam ajaran Islam yang
memiliki potensi luar biasa baik secara langsung atau tidak langsung yang dapat dimanfaatkan
umatnya dalam
berbagai
upaya pengembangan IPTEK dan penyebar luasan informasinya.

Kelima konsep ajaran Islam tersebut adalah ; ‘Adl (Konsep
Keadilan), Ilm (Konsep Ilmu Pengetahuan), Ibadah (Konsep Pengabdian), Khilafah
(Konsep Kepemimpinan) dan Shodaqah (Konsep Memberi). Kelima  konsep ini bukan hanya sekedar konsep yang
mengawang-awang, secara empiris kelima konsep tersebut telah memberikan
kontribusinya yang berarti dalam membentuk infrastruktur kehidupan bagi
terciptanya suatu tradisi umat dalam melakukan berbagai pengembangan, inovasi
dan penemuan dalam bidang IPTEK, akhlak (etika), keteladanan dan lain
sebagainya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.      
Konsep
Keadilan

Masyarakat muslim pada periode permulaan ketika itu sadar
benar tentang pentingnya suatu keadilan dalam pengembangan ilmu pengetahuan
melalui penyebarannya kepada umat seluas-luasnya sebagai suatu tanggung jawab. Sesungguhnya
konsep keadilan
telah menginspirasi tiap individu muslim dalam memfasilitasi umat untuk
memperoleh akses pengetahuan tanpa 
diskriminasi warna kulit, suku, bangsa, etnis, gender bahkan agama.
Karena itu konsep keadilan (‘Adl)
yang diterapkan kaum muslim mempunyai makna pendistribusian Ilm dan penyebaran
pengetahuan secara luas, mudah didapati dan merata pada semua segmen masyarakat,
barulah keadilan dapat ditegakkan.

2.      
Konsep
‘ilm

Konsep
 ” Ilm ” telah membentuk pandangan terhadap hak
masyarakat muslim sejak awal Islam. Islam sesungguhnya telah membuat  ketentuan bahwa menuntut ilmu pengetahuan
adalah sebagai kewajiban keagamaan (relijius). Mengenai konsep ilmu dalam Islam,
banyak hal penting yang perlu menjadi perhatian umat muslimin. Islam secara
tegas menyatakan bahwa seorang yang berilmu adalah tidak sama dengan orang yang
tidak berilmu. Selain itu Islam menjelaskan bahwa menuntut ilmu selain suatu
kewajiban agama juga merupakan kewajiban bagi tiap lelaki dan perempuan. Kewajiban
untuk menuntut  ilmu itu sendiri juga
bukan merupakan kewajiban sejumlah kecil saja dari masyarakat, tapi merupakan
kewajiban bersama.

3.      
Konsep
Ibadah

Keterkaitan konsep “Ibadah” dengan masalah pengembangan
dan penyebar luasan ilmu pengetahuan begitu sangat kental, menyatu dan tidak
dapat dipisahkan sama sekali. Pemisahan konsep ibadah dengan upaya pengembangan
dan penyebaran ilmu pengetahuan tersebut adalah sama halnya menghilangkan ruh
dari proses pembelajaran itu sendiri dari diri manusia. Dengan motivasi atau
dilandasi dengan ibadah tersebut, kaum muslimin secara nyata telah membuktikan
kegemilangan mereka dalam menyelamatkan warisan ilmu pengetahuan dan peradaban
Romawi dan Yunani dan juga telah berhasil melakukan berbagai pengembangan.
Kesalah pahaman umat Islam sendiri dalam mengartikan “ibadah” yang hanya
dibatasi dalam masalah ritual, adalah diantara faktor utama yang menyebabkan
saat ini umat Islam telah mengalami kehilangan ruh dalam menuntut ilmu
tersebut. Karena itu menuntut ilmu dalam rangka beribadah merupakan suatu hal
yang tidak akan mengalami kesia-sia-an 
baik di dunia maupun di akhirat kelak.

4.      
Konsep
Khilafah (Kepemimpinan)

Tidak dapat dipungkiri, kepemimpinan dari orang-orang
yang diamanatkan untuk mengelola pemerintahan merupakan faktor yang sangat
penting terhadap segala kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dari masyarakat itu sendiri. Tanpa adanya kebijakan nyata dari
pemerintah untuk menciptakan suasana yang kondusif, maka agaknya mustahil
masyarakat yang dikelolanya tersebut akan menjadi masyarakat pembelajaran yang
baik.

Kebijakan pemerintah yang memihak kepada pendidikan atau
ilmu, akan dengan sendirinya memberikan stimulus kepada seluruh komponen di
masyarakat tersebut untuk menjadi bagian atau terlibat secara aktif dalam
berbagai aktifitas keilmuan. Sayangnya para pimpinan umat Islam kontemporer
masih belum mempunyai prinsip bahwa masalah pendidikan sebagai suatu yang sentral dari
berbagai kebijakan mereka. Mereka umumnya ketika menjadi pimpinan, sayangnya,
berprinsip bahwa kepemimpinan mereka tersebut adalah dimaknai sebagai suatu
kekuasaan bukan sebagai suatu amanat umat yang tanggung jawabnya adalah bukan
saja sekedar di dunia tapi juga di akhirat. Prinsip kekuasaan dalam
kepemimpinan mereka itulah yang menjadikan mereka lupa diri dan sangat arogan
terhadap segala masukan dari umatnya, sehingga mereka begitu khawatir bila
rakyatnya pandai akan menjadi kontrol yang kuat terhadap kesewenangan dari
kepemimpinannya.

5.      
Konsep
Shodaqah

Konsep
Shodaqah
sepatutnya
dimaknai secara fleksibel,
artinya shodaqoh tersebut bukan hanya memberikan sesuatu yang sifatnya kebedaan
atau uang. Senyum saja dalam ajaran Islam dapat juga dianggap sebagai shodaqah.
Karena itu konsep shodaqah dapat menginspirasi umat islam sebagai prinsip penting dalam memberikan
atau mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain. Dengan
berpegang prinsip ini maka setiap muslim/ah, di wajibkan menyebar luaskan ilmu
kepada siapa saja termasuk kepada non muslim. Sikap menyembunyikan ilmu
pengetahuan dalam ajaran Islam merupakan sikap yang tidak terpuji dan hal
tersebut sama sekali bukan sebagai sikap seorang muslim.  

 

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out